Asuransi Prudential vs BPJS manakah yang lebih baik?

Lebih baik mana asuransi prudential vs BPJS, mari kita ulas bersama. BPJS pada awalnya didirikan tahun 2014. Seiring dengan dibentuknya BPJS dan masalah pelayanan yang masih dalam tahap pengenalan dan perbaikan sana sini, maka perhatian masyarakat sebagian masih tertuju kepada asuransi swasta yang semakin meningkatkan pelayanannya.

Hal ini juga masih menjadi topik seorang agen asuransi yang ingin menawarkan produk mereka kepada calon nasabah. Para agen terutama agen prudential, lebih menonjolkan keunggulan produk mereka yaitu kemudahan klaim tanpa harus ribet melewati fasilitas kesehatan tingkat satu, keunggulan fasilitas kamar rawat inap, dokter, obat obatan, dll.

BPJS dibentuk karena amanat dari undang undang tentang sistem jaminan sosial untuk semua warga negara indonesia. Jadi semua warga negara diharapkan pada tahun 2019 sudah menjadi peserta BPJS kesehatan semuanya. Jumlah premi yang dapat mereka pilih yaitu Rp.25.500 per bulan untuk kelas 3 sampai Rp.59.500 per bulan untuk kelas 1.

Peserta BPJS ada 2 kelompok yaitu peserta mandiri (sanggup membayar premi tiap bulan) dan peserta penerima bantuan (kalangan kurang mampu yang berhak menerima bantuan).

 

Manakah yang akan anda pilih antara asuransi prudential vs BPJS?

Kalau keuangan anda memadai, lebih baik memiliki kedua duanya (asuransi prudential dan BPJS). Akan kit ajelaskan nanti kelebihan dan kekurangan masing masing. namun bagi anda yang keuangan belum memadai, sebaiknya anda tentukan untuk memilih salah satu dari asuransi tersebut, sesudah anda mengetahui kelebihan dan kekurangannya nanti. Sambil anda menghitung dan memastikan kalau mengikuti asuransi prudential misalnya, apakah keuangan anda perbulan tidak terganggu.

 

asuransi prudential vs bpjs

 

Di bawah ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan asuransi prudential vs bpjs

 

Kelebihan BPJS kesehatan diantaranya adalah :

  • Tidak ada pre exisiting condition. Ini berarti penyakit yang sudah ada sebelum menjadi peserta BPJS, tetap bisa diklaimkan
  • Premi bulanan murah.
  • Tidak ada batasan penggantian biaya perawatan. Semua akan ditanggung BPJS, namun adakalanya pasien masih nomboki sendiri jika terjadi kekurangan jatah biaya kamar kalau naik kelas, lalu harus beli obat obatan di luar rumah sakit yang harganya sedikit lebih mahal dan tidak dicover, dll.
  • Bisa digunakan untuk berobat jalan, perawatan gigi, dan optik.

 

Kekurangan BPJS kesehatan diantaranya adalah :

  • Pasien tidak bisa langsung menuju rumah sakit yang dikehendaki, karena harus melalui rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas atau dokter praktek swasta. Nah FasKes tingkat pertama inilah yang akan menentukan apakah si pasien layak untuk mendapat rujukan ke rumah sakit yang dikehendaki ataukah cukup mendapat perawatan di FasKes tingkat pertama tersebut (kecuali untuk kasus rawat darurat).
    Pasien harus rela masuk kelas 1 sampai 3 jika tidak mau nombok sendiri.
  • Karena peserta BPJS adalah semua kalangan masyarakat, maka membludaknya pasien yang ingin berobat menyebabkan antrian saat pendaftaran walaupun sudah dibuatkan loket pendaftaran khusus BPJS sendiri.
  • Karena rumah sakit itu juga berbisnis, maka adakalanya kamar kelas 1 sampai 3 yang diperuntukkan bagi peserta BPJS penuh (pastinya pihak RS juga lebih mementingkan pasien yang membayar dengan uang pribadi), sehingga pasien harus rela pindah rumah sakit atau jika memungkinkan bisa naik kelas.
  • Jika pasien telah menggunakan fasilitas penggantian biaya perawatan dari tempat mereka bekerja, maka ia tidak bisa mengklaimkan biaya tersebut ke BPJS (tidak bisa klaim dobel).
  • Premi yang dibayarkan tiap bulan hangus, jadi tidak ada uang tunai yang bisa diambil kelak.
  • Peserta wajib membayar premi seumur hidup. Jika telat 1 bulan maka akan dikenakan denda.
  • Pasien harus melayani diri sendiri mengenai pengurusan rujukan, surat menyurat, dll.
  • Jika peserta meninggal dunia, tidak ada santunan tutup usia.

 

Nah sekarang kita bandingkan dengan asuransi prudential :

 

Kelebihan asuransi prudential diantaranya adalah :

  • Peserta bebas memilih rumah sakit yang dikehendaki tanpa harus melalui rujukan rujukan. Kalau rumah sakitnya telah bekerja sama dengan prudential, maka dengan kartu PHSnya pasien cukup menunjukkan kartu tersebut ke bagian loket asuransi. Selanjutnya pihak rumah sakitlah yang akan mengurus semuanya. Namun jika rumah sakitnya belum bekerja sama, maka prosedurnya pasien membayar dahulu semua biaya rumah sakit, lalu sesudah itu semua kwitansi biaya perawatan difotocopi untuk diklaimkan ke pihak prudential dan perusahaan akan mengganti biaya tersebut sesuai kuota pada kartu PHS si nasabah.
  • Nasabah bisa memilih kamar sampaimaksimal kelas VVIP, tergantung type kartu PHSnya.
  • Nasabah tidak perlu antri, karena diperlakukan seperti pasien biasa yang membayar dengan uang pribadi.
  • Jika pasien telah menggunakan fasilitas penggantian biaya perawatan dari tempat mereka bekerja, maka ia bisa mengklaimkan kekurangan biaya yang telah diganti tersebut ke prudential. Jadi prudential membayar kekurangannya.
  • Premi yang dibayarkan tiap bulan, sebagian masuk investasi sehingga kelak ada nilai tunai yang bisa diambil untuk masa pensiun.
  • Nasabah hanya wajib membayar premi selama 10 tahun saja.
  • Nasabah adalah raja, selain pihak rumah sakit yang akan mengurus, jika ada persoalan maka agen prudential yang akan membantu mengurus surat surat klaim, dll.
  • Jika nasabah tutup usia, maka ada santunan yang cukup besar nilainya untuk diberikan kepada ahli warisnya.

 

kartu phs

 

Kekurangan asuransi prudential diantaranya adalah :

  • Jika nasabah telah mempunyai riwayat sakit sebelum menjadi nasabah prudential, tergantung nanti kebijaksanaan pihak underwriting apakah penyakit tersebut bisa diklaimkan atau tidak jika suatu saat kambuh lagi.
  • Premi bulanan mahal, karena sebagian akan diinvestasikan untuk masa depan nasabah.
  • Penggantian biaya perawatan rumah sakit sesuai kuota pada kartu PHS nasabah. Yaitu dari type terendah A sampai Type tertinggi H.
  • Kartu PHS tidak bisa digunakan untuk berobat jalan, perawatan gigi, dan optik. Namun kelebihannya kartu ini mengcover biaya pemeriksaan sebelum menuju ke opname, ada penggantian biaya operasi ringan sampai berat, darurat kecelakaan, biaya ambulan, perawatan juru rawat setelah rawat inap, perawatan kanker, dan cuci darah. Selengkapnya ada di sini.
  • Untuk manfaat kartu PHS tersebut hanya bisa digunakan sampai usia nasabah 75 tahun.

Nah, dari semua kelebihan dan kekurangan masing masing yang saya sampaikan di atas, sebaiknya anda bijaksana dalam memilih perlindungan untuk anda dan keluarga, Jangan sampai karena memilih membayar premi yang murah namun dilain pihak mengorbankan kenyamanan anda sebagai nasabah. Kalau memang financial anda sudah memadai, alangkah baiknya anda memiliki kedua program asuransi pemerintah dan asuransi swasta prudential untuk saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing masing.

Kalau anda berkenan untuk mengetahui manfaat apa saja yang akan anda dapat dan berapa premi yang harus anda sisihkan perbulannya untuk menjadi nasabah prudential, sebaiknya anda mengunjungi halaman ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Current day month ye@r *

  1. Mohon saya dikirimi penjelasan detail tentang Asuransi kesehatan dan premi yang dibayarkan tersebut bisa diambil atau bagaimana
    mohon penjelasanya
    Terimakasih